gambar alfabet berserkan yang menggambarkan bahasa

21 Februari – Hari Bahasa Ibu Internasional: Jaga Bahasa, Jaga Jati Diri!

gambar alfabet yang menggambarkan bahasa

Setiap tanggal 21 Februari, dunia memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional sebagai pengingat pentingnya bahasa asli dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa ibu bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga bagian dari identitas dan warisan budaya yang harus dijaga.

Di Indonesia, termasuk di Surabaya, bahasa ibu sering kali merujuk pada bahasa daerah yang pertama kali dipelajari sejak kecil. Namun, seiring perkembangan zaman, banyak anak yang lebih akrab dengan bahasa Indonesia atau bahkan bahasa asing dibandingkan bahasa daerahnya sendiri.

Sejarah dan Makna Hari Bahasa Ibu Internasional

Hari Bahasa Ibu Internasional pertama kali dicanangkan oleh UNESCO pada tahun 1999 dan mulai diperingati secara global sejak 21 Februari 2000. Pemilihan tanggal ini merujuk pada peristiwa di Bangladesh tahun 1952, ketika sekelompok mahasiswa berjuang mempertahankan bahasa Bengali agar tetap diakui sebagai bahasa resmi negara.

Sejak saat itu, Hari Bahasa Ibu Internasional menjadi simbol penting bagi upaya melindungi dan melestarikan bahasa-bahasa daerah di seluruh dunia, termasuk di Indonesia yang memiliki lebih dari 700 bahasa daerah.

Mengapa Bahasa Ibu Itu Penting?

Bahasa ibu memiliki peran besar dalam perkembangan kognitif, sosial, dan budaya anak. Berikut adalah beberapa alasan mengapa bahasa ibu harus tetap digunakan dan dilestarikan:

📌 Menjaga Identitas Budaya
Bahasa mencerminkan sejarah dan nilai-nilai budaya suatu masyarakat. Misalnya, di Surabaya, bahasa Jawa dialek Suroboyoan bukan hanya cara berbicara, tetapi juga mencerminkan karakter warga yang tegas, lugas, dan penuh semangat.

📌 Meningkatkan Pemahaman Konsep Dasar
Anak yang diajarkan dalam bahasa ibu lebih mudah memahami konsep dasar dalam pembelajaran karena mereka merasa lebih dekat dengan bahasa tersebut.

📌 Membantu Kemampuan Berbahasa Lain
Anak yang kuat dalam bahasa ibu cenderung lebih mudah mempelajari bahasa kedua atau bahkan bahasa asing karena memiliki dasar komunikasi yang baik.

📌 Menghargai Keanekaragaman Bahasa
Bahasa ibu adalah bagian dari warisan dunia yang harus dijaga agar tidak punah. Setiap bahasa memiliki keunikan tersendiri yang memperkaya kebudayaan global.

Peran KB-TK Islam Al Azhar 35 Surabaya dalam Melestarikan Bahasa Ibu

Sebagai lembaga pendidikan berbasis Islam, KB-TK Islam Al Azhar 35 Surabaya berkomitmen untuk mendukung perkembangan bahasa ibu dalam pembelajaran. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain:

📖 Penggunaan Bahasa Ibu di Kelas Awal
Dalam pembelajaran, anak-anak dapat diajak berbicara dalam bahasa ibu mereka terlebih dahulu sebelum beralih ke bahasa Indonesia dan bahasa asing.

🎭 Mengenalkan Cerita Rakyat dan Permainan Tradisional
Dongeng dalam bahasa daerah, seperti cerita rakyat Jawa, membantu anak mengenal bahasa dan budaya lokal dengan cara yang menyenangkan.

🎶 Mengajarkan Lagu Daerah
Melalui lagu-lagu daerah, anak dapat belajar bahasa ibu dengan lebih mudah dan alami.

📚 Mendukung Literasi dalam Bahasa Ibu
Guru dan orang tua dapat mengenalkan buku cerita dalam bahasa ibu agar anak terbiasa membaca dan mendengar bahasa daerah sejak dini.

Tantangan dalam Menjaga Bahasa Ibu di Era Digital

Di zaman sekarang, anak-anak lebih sering terpapar bahasa Indonesia dan bahasa asing melalui media digital. Beberapa tantangan dalam menjaga bahasa ibu meliputi:

🖥 Dominasi Konten Digital dalam Bahasa Indonesia dan Inggris
Sebagian besar tontonan dan bacaan anak-anak kini menggunakan bahasa yang lebih umum, sehingga mereka jarang mendengar atau menggunakan bahasa ibu.

🏫 Fokus Kurikulum pada Bahasa Indonesia dan Bahasa Asing
Di sekolah, bahasa Indonesia menjadi bahasa utama dalam pengajaran, sementara bahasa daerah hanya dikenalkan dalam skala terbatas.

👨‍👩‍👧 Kurangnya Penggunaan di Lingkungan Keluarga
Banyak orang tua yang lebih memilih berbicara dalam bahasa Indonesia dengan anak-anaknya, sehingga mereka kurang terbiasa dengan bahasa ibu.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Agar bahasa ibu tetap hidup dan tidak punah, kita bisa melakukan beberapa langkah sederhana berikut:

✅ Gunakan Bahasa Ibu dalam Keseharian
Biasakan berbicara dengan anak menggunakan bahasa ibu di rumah agar mereka tetap familiar dengan bahasa tersebut.

✅ Ciptakan Lingkungan yang Mendukung
Sekolah dan keluarga dapat berkolaborasi untuk mengenalkan bahasa ibu melalui kegiatan edukatif yang menarik.

✅ Dukung Konten dalam Bahasa Daerah
Menyediakan bacaan, tontonan, dan permainan dalam bahasa ibu akan membantu anak tetap terbiasa dengan bahasa tersebut.

✅ Jadikan Bahasa Ibu sebagai Kebanggaan
Anak-anak harus diajarkan bahwa bahasa ibu bukan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman, melainkan bagian dari identitas yang harus dibanggakan.

Kesimpulan

Bahasa ibu adalah jembatan yang menghubungkan generasi sekarang dengan budaya leluhur mereka. Dengan melestarikan bahasa ibu, kita tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membantu anak-anak memiliki fondasi bahasa yang kuat untuk masa depan mereka.

Di KB-TK Islam Al Azhar 35 Surabaya, pendekatan multibahasa yang menghargai bahasa ibu menjadi bagian dari proses pembelajaran yang lebih kaya dan bermakna. Mari bersama-sama menjadikan bahasa ibu sebagai kebanggaan dan terus menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari! 🌍🎙️

Postingan Terkait